Beginilah Proses Eksekusi Menggunakan Gajah yang Mengerikan

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Matikan AdBlock Kamu Untuk Fakta Unik Dunia

Hukuman mati biasanya diberikan untuk orang-orang yang dianggap telah melakukan kesalahan besar yang tidak dapat diampuni sehingga pelaku akan mendapatkan hukuman tersebut.

Zaman sekarang, kita tentu sudah familiar dengan proses hukuman mati dengan cara ditembak, digantung atau bahkan pancung. Namun tahukah kamu bahwa di zaman dahulu ada banyak cara hukuman mati yang jauh lebih mengerikan daripada sekarang?

Ya, hukuman mati pada zaman dahulu memang bisa dikatakan lebih mengerikan dibandingkan dengan apa yang biasa kita jumpai sekarang ini. Karena, saat ini orang-orang sudah paham dengan hak-hak asasi manusia.

Salah satu hukuman mati yang paling mengerikan pada zaman dahulu adalah eksekusi mati yang menggunakan gajah. Dahulu eksekusi mati menggunakan gajah sangat populer di daratan Asia.

Beginilah Proses Eksekusi Menggunakan Gajah yang Mengerikan

Gajah merupakan binatang yang sangat besar, dan pada masa itu, gajah-gajah ini juga digunakan sebagai 'mesin pembunuh' untuk melakukan eksekusi mati bagi seorang pelaku kejahatan di masa itu.

Eksekusi menggunakan gajah ini dilakukan dengan cara memerintahkan gajah untuk menginjak tubuh orang tersebut hingga remuk dan mati. Beberapa negara tercatat pernah menggunakan eksekusi mati gajah ini seperti India dan beberapa negara di Asia Tenggara.

Mahout adalah sebutan untuk orang yang mengendalikan gajah yang digunakan untuk eksekusi mati tersebut. Mahout akan memerintahkan gajah untuk menginjak tubuh terpidana mati yang berada di tanah.

Bagian tubuh yang diinjak biasanya adalah kepala atau dada, gajah tersebut akan menginjak tubuh terpidana mati hingga remuk. Eksekusi mati dengan cara ini dianggap sangat brutal pada abad ke-19 sehingga eksekusi mati dengan cara tersebut tidak digunakan lagi hingga sekarang.