Dihina di Media Sosial, Nasib Tukang Sapu Ini Justru Malah Beruntung

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Matikan AdBlock Kamu Untuk Fakta Unik Dunia

Nasib dan rezeki seseorang memang sudah ada yang mengatur, sehingga kita tidak boleh sombong apalagi dengan sengaja menghina orang-orang yang berada di bawah kita.

Sebaiknya, kita berbuat baik kepada mereka agar kita bisa saling berbagi dengan orang yang membutuhkan. Bicara soal nasib, siapa sangka nasib seorang tukang sapu asal Bangladesh di Arab Saudi ini berubah justru karena gara-gara dihina di media sosial?

Saat itu, seorang tukang sapu menatap emas di sebuah toko emas di daerah Riyadh, Arab Saudi. Namun seseorang dengan sengaja memotretnya dan mengunggah foto tersebut ke Instagram.

Tidak ketinggalan, foto tersebut diberi caption yang seolah-olah menghina si tukang sapu tersebut.

"Orang ini hanya layak untuk melihat sampah", tulis caption dalam foto tersebut.

Namun, siapa sangka, seorang pengusaha kaya raya malah bersimpati melihat foto dan caption tersebut. Dia adalah Abdullah al Qahtani, seorang pengusaha kaya yang tersentuh hatinya dan ingin membantu tukang sapu tersebut.

Ia kemudian mencoba untuk mencari tahu siapa nama tukang sapu tersebut dan akhirnya bisa menemukannya. Nama tukang sapu tersebut adalah Nazer al-Islam Abdul Karim, seorang lelaku tua berusia 65 tahun.

Setelah mengetahui data lengkap Abdul Karim, Al Qahtani pun segera menemui tukang sapu tersebut, tak lupa Al Qahtani juga mengunggah foto dirinya bersama Abdul Karim di Twitter.

Dihina di Media Sosial, Nasib Tukang Sapu Ini Justru Malah Beruntung

Al-Qahtani kemudian memberikan uang, sekarung beras, madu, tiket pesawat ke Bangladesh, dan dua buah ponsel merek iPhone 7 dan Samsung Galaxy kepada Karim.

Pria yang digaji sebesar USD 187 (setara Rp 2,5 juta) per bulan itu mengaku tidak sadar saat foto itu diambil dan tidak tahu fotonya telah menjadi viral di media sosial.

"Saya hanya melakukan pekerjaan saya sebagai tukang bersih-bersih di kota. Kemudian saya berhenti di toko emas dan melihat-lihat. Saya bahkan tidak tahu kapan foto itu diambil. Saya sangat senang dan bersyukur mendapat hadiah berharga ini," kata Karim.

Setelah itu, tak hanya Al-Qathani,pengguna sosial media lain juga turut membanjiri Karim dengan hadiah-hadiah lain. Seorang pengguna media sosial asal Arab Saudi memberinya USD 530 (setara Rp 7 juta). Selain itu, seorang eksekutif di saluran olahraga Saudi memposting foto bersama Karim dan satu set emas yang dihadiahkannya.

"Saya sangat terkesan dengan upaya orang-orang untuk menemukan Karim. Saya juga terkesan dengan kebaikan dan kemurahan orang-orang yang mengulurkan tangan untuk membantu dia," ungkap A-Qahtani.