Tabrakan Dua Bintang Ini Hamburkan Emas Ke Angkasa

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Matikan AdBlock Kamu Untuk Fakta Unik Dunia

Sebuah fenomena menakjubkan dari alam semesta baru-baru ini berhasil dideteksi oleh para ilmuwan. Peristiwa tersebut adalah dua bintang yang bertabrakan dimana dari tabrakan itu membuat emas berhamburan ke semesta.

Peristiwa itu terjadi pada 130 tahun cahaya dari tata surya kita, tabrakan dua bintang super padat itu selain memuntahkan emas, logam mulia lain seperti platinum dan uranium juga turut berhamburan.

Para ahli menyebut bahwa peristiwa itu merupakan awal baru dalam astrofisika. Dikutip dari Liputan 6, ledakan besar yang menggetarkan struktur alam semesta itu, merusak tatanan ruang-waktu. Peristiwa tersebut menandai kelima kalinya gelombang gravitasi terlihat oleh ilmuwan.

Ilmuwan tak hanya "mendengar" ledakan dahsyat itu dengan melihat ombak kecil ruang-waktu. Mereka juga menggunakan teleskop untuk melihat cahaya dan radiasi yang dihasilkan ledakan yang disebut kilonova.

Peristiwa tabrakan antarbintang yang baru terjadi itu, berjarak lebih dekat dari peristiwa lain dan sangat berbeda. Hal tersebut karena tabrakan terjadi antarbintang neutron -- bintang padat yang berasal dari bintang besar setelah mengalami supernova.

Seperti ombak kecil yang terbentuk saat kita melemparkan baru ke kolam, gelombang gravitasi pun turut terbentuk di seluruh alam semesta dalam kecepatan cahaya.

Gelombang tersebut ditangkap oleh dua detektor di Washington dan Louisiana, Amerika Serikat. Alat itu dioperasikan oleh Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (Ligo).

Dari sanalah gelombang gravitasi untuk kali pertama ditemukan, yakni pada September 2015. Penemuan itu mengonfirmasi prediksi yang dibuat oleh Albert Einstein pada 100 tahun lalu, di mana tiga perintis proyek itu dianugerahi Nobel Fisika 2017.

Dua detik setelah Ligo mendeteksi gelombang itu, semburan sinar gama dari tabrakan dua bintang neutron tersebut ditangkap oleh teleskop ruang angkasa Fermi milik NASA.

Analisis dari cahaya tersebut mengungkap terbentuknya emas dan unsur berat lainnya pada skala kosmis.

Menjawab Kebingungan Ilmuwan


Menurut salah satu ilmuwan dari University of Warwick, Dr Joe Lyman, cahaya kilonova didukung oleh reaksi nuklir yang ekstrem.

"Ini memberi tahu kita bahwa unsur-unsur berat, seperti emas atau platinum dalam perhiasan, adalah bara api yang ditempa dalam bertabrakannya bintang neutron," ujar Lyman.

Dari peristiwa itu, terungkap pertanyaan asal semburan sinar gama atau dikenal dengan Gamma ray bursts (GRB) -- yakni dari tabrakan dua bintang neutron. Semburan itu adalah ledakan paling kuat yang sejauh ini diketahui oleh ilmuwan.

"Penemuan ini telah menjawab tiga pertanyaan yang telah membingungkan astronom selama berpuluh-puluh tahun: apa yang terjadi ketika bintang neutron bertabrakan? Apa yang menyebabkan semburan sinar gama? Dari mana asal logam seperti emas?" ujar Dr Samantha Oates dari University of Warwick.

"Dalam waktu satu minggu tiga misteri ini telah terpecahkan," imbuh dia.

Rekan dari Ligo, Profesor Laura Cadonati dari Georgia Institute of Technology, mengatakan bahwa penemuan itu benar-benar membuka pintu menuju cara baru dalam astrofisika.

"Saya memperkirakan bahwa ini akan diingat sebagai salah satu peristiwa astrofisika yang paling banyak dipelajari dalam sejarah," ujar Cadonati.